==IKLAN RESPONSIF==

Penanganan dan Pemberian Vitamin Bagi Anak Penderita Autis


--Iklan Atas Posting--

--Iklan Tengah Post--
Penanganan dan Pemberian Vitamin Bagi Anak Penderita Autis
Autis merupakan suatu kondisi di mana seseorang mengalami keadaan introversi mental sehingga segala perhatian dalam pikirannya cuma tertuju pada dirinya sendiri.

Memang secara fisik, penampilan anak autis cenderung berbeda dari anak-anak normal.

Mereka lebih emosional dan mempunyai gangguan pada bidang kognitif, bahasa, komunikasi, perilaku, dan bersosial.

Di samping itu, berbagai gangguan dalam sistem tubuh juga akan dialami oleh anak autis, seperti sistem imunitas, sistem pencernaan, dan sistem syaraf.

Baca juga: Inilah Penyebab Umum Kondisi Bayi Berat Lahir Rendah

Enzim dipeptil transferase yang dimiliki oleh penderita autis jumlahnya terlalu banyak dalam tubuh, sehingga dalam kesulitan akan dialami oleh penderita autis dalam mencerna casein dan gluten.

Jika penderita autis masih dibiarkan mengkonsumsi jenis makanan yang umumnya diberikan pada anak normal, maka akan terjadi peningkatan kadar morfin dalam otaknya sehingga membuat penderita terlihat layaknya ketagihan obat.

Untuk itu, vitamin bagi anak autis sangatlah diperlukan agar berbagai sistem dalam tubuhnya tetap terjaga.


Tanda-tanda Anak Menderita Autis

Pada dasarnya, belum ada tes medis yang mampu menyelidiki apakah seseorang menderita autis atau tidak.

Semua tes yang dilakukan oleh pihak medis biasanya menunjukkan hasil normal seperti X Ray, pemeriksaan darah, EEG dan lainnya.

Namun, gejalanya memang dapat terlihat sejak penderita masih bayi. Bayi yang menderita autis tidak akan memberikan respon ketika ada seseorang yang memanggil namanya.

Gejala lainnya ialah kesulitan bayi dalam melakukan kontak mata dengan orang lain. Oleh sebab itu, anak autis perlu diberikan vitamin semenjak usia dini.

Diperlukan konsumsi vitamin yang lebih banyak pada anak autis dibandingkan dengan anak normal.

Penderita autis cenderung mengabaikan kehadiran orang lain yang ada di sekitarnya, meski mereka dapat membuat kontak dengan orang lain, tapi ia mengalami kebingungan dalam memutuskan tindakan yang harus dia lakukan.

Di samping itu, mereka biasanya juga kerap terlihat kasar dan gelisah ketika bermain dengan teman-teman sebayanya.

Kecenderungan untuk mengulang-ulang gerakan permainan yang sama biasanya akan sering mereka lakukan.

Kondisi autis akan dialami sampai si penderita menginjak usia dewasa. Mereka biasanya akan merasa asing meskipun sedang berada pada lingkungan mereka sendiri.

Berbagai petunjuk non verbal yang diberikan oleh orang lain dan bagaimana menggunakan bahasa tubuh tidak mereka ketahui.

Perhatian dari keluarga dan kerabat di sekitarnya sangat dibutuhkan oleh penderita autis. Khususnya orangtua, peran yang sangat penting dimiliki oleh mereka dalam mencegah terjadinya gangguan yang terjadi baik dari dalam diri si penderita, maupun dari luar.

Diperlukan pengetahuan yang baik tentang gejala, dan penanganan autis bagi orangtua yang memiliki anak autis.

Segera hubungi pihak terapis guna pemberian vitamin yang tepat untuk anak autis. Bangun komunikasi yang baik dan berikan dukungan kepada anak autis supaya hubungan tetap berjalan seimbang dalam keluarga.


Penggunaan Vitamin untuk Mencegah Anak Lahir Autis

Pencegahan autis dapat dilakukan sejak janin masih berada dalam kandungan. Ibu hamil sebaiknya rutin melakukan konsultasi dan kunjungan ke dokter spesialis sejak usia awal kandungan.

Pemeriksaan terhadap kondisi ibu dan janin yang ada dalam perut sebaiknya dilakukan secara lengkap.

Nasihat dan tips dari dokter harus diikuti dengan sungguh-sungguh. Jika terjadi pendarahan selama masa kehamilan, segera hubungi dokter spesialis yang biasa menangani Anda.

Biasanya, pendarahan tersebut dapat terjadi jika plasenta dalam tubuh terdapat kelainan. Hal tersebut mengakibatkan terjadinya gangguan transfer oksigen dan nutrisi dari ibu ke bayi dalam kandungannya. Jika tidak ditangani dengan segera, maka akan menimbulkan gangguan otak pada bayi.

Di sisi lain, pendarahan pada masa kehamilan juga dapat berdampak pada bayi lahir prematur. Bayi lahir prematur mempunyai risiko lebih tinggi mengalami autis dan penyakit lainnya dibandingkan dengan bayi yang lahir normal.

Pada masa kehamilan, konsumsi berbagai jenis obat-obatan akan sangat berisiko tinggi. Untuk itu, sebaiknya konsultasikan terlebih dulu kepada dokter mengenai jenis obat yang baik untuk dikonsumsi.

Berdasarkan suatu penelitian yang dilakukan di Swedia, penggunaan obat jenis Thaliodomide pada masa awal kehamilan dapat mengakibatkan gangguan susunan syaraf pusat pada janin.

Gangguan tersebut akan berakibat pada gangguan autis dan gangguan lainnya yang dapat terjadi pada bayi ketika lahir.

Sejak usia awal kandungan, sebaiknya hindari pula asap rokok dan berbagai makanan yang dapat membuat bayi mengalami alergi.

Pastikan janin dapat tumbuh sehat dengan memperbanyak makanan alami yang tidak mengandung bahan kimia berbahaya.

Melakukan pencegahan autis sejak dalam kandungan akan lebih baik ketimbang harus memberikan obat atau vitamin pada anak autis bukan?


Penyembuhan Dengan Terapi Untuk Anak Autis

Melakukan terapi kepada anak autis sangat penting untuk diberikan untuk mempercepat kesembuhan. Ada beberapa terapi yang dipercaya mampu memberikan kemajuan untuk penderita autis, antara lain sebagai berikut:

1. Terapi ABA

Metode yang dilakukan ialah dengan memberikan positive reinforfement berupa hadiah atau pujian kepada anak penderita autis. Di Indonesia, metode seperti ini cukup populer diterapkan.

2. Terapi Wicara

Kesulitan dalam hal berbahasa dan berbicara adalah salah satu dampak yang ditimbulkan pada anak penderita autis.

Mereka mengalami kelemahan dalam hal non verbal dan juga kemampuan bahasa lainnya. Terapi wicara ini merupakan cara untuk menangani permasalah bahasa pada penderita autis dan juga cukup populer dilakukan di Indonesia.

3. Terapi Okupasi

Seperti kita ketahui, penderita autis memiliki kesulitan dalam perkembangan motorik halusnya. Kesulitan mereka alami saat memegang pensil dengan benar, atau memegang peralatan makan atau peralatan lainnya.

Mereka cenderung melakukan gerakan dengan kaku dan kasar. Terapi okupasi dipakai guna melatih otot halus pada penderita autis.

Kebanyakan penderita autis tidak hanya memiliki masalah pada motorik halus saja, namun juga dalam hal motorik kasar.

Beberapa ada yang mengalami kesulitan saat berjalan dan beraktivitas lain dikarenakan lembeknya tonus otot pada penderita.

Oleh sebab itu, terapi fisik lain juga diperlukan guna membantu pengutanan otot dan keseimbangan tubuh.

4. Terapi Sosial

Salah satu kesulitan yang paling mendasar pada penderita autis adalah ketidakmampuannya dalam melakukan komunikasi dan interaksi sosial dengan baik.

Terapi sosial dibutuhkan oleh mereka untuk membantu meningkatkan keterampilan dalam melakukan komunikasi dua arah bersama orang-orang di sekitarnya.

Orang yang ahli dalam bidang melakukan terapi sosial ini akan memberikan fasilitas dan mengajarkan cara untuk berinteraksi sosial pada penderita autis.

5. Terapi Bermain

Terapi bermain sebenarnya hampir mirip dengan terapi sosial. Sebab, ketika bermain tentu anak akan melakukan komunikasi dan berinteraksi dengan anak lainnya.

Untuk itu, tujuan dari diberikannya terapi ini kepada penderita autis adalah supaya mereka dapat bermain dengan teman sebayanya.


Demikianlah posting kami tentang penanganan dan pemberian vitamin kepada penderita autis, di samping melakukan terapi di atas, pemberian vitamin untuk anak autis juga sangat penting untuk dilakukan agar usaha penanganan yang dilakukan tetap seimbang.

Sumber:
http://sehatkeluarga.com/autis/vitamin-untuk-anak-autis-perlu-diberikan-sejak-usia-dini/

--Iklan Bawah Post--



0 Response to "Penanganan dan Pemberian Vitamin Bagi Anak Penderita Autis"