==IKLAN RESPONSIF==

Cara Tepat Mencegah Alergi Susu Sapi Pada Bayi


--Iklan Atas Posting--

--Iklan Tengah Post--
Walaupun terjadinya alergi akan memiliki risiko lebih besar pada anak yang mempunyai kedua orangtua penderita alergi, namun ada juga alergi yang memang berasal dari makanan dan minuman, khususnya susu sapi.

Hal ini sebenarnya bisa Anda cegah dengan memberikan ASI ekslusif pada bayi. Pada alergi susu memang tidak terdapat gejala yang spesifik.

Baca juga: Tips Memberikan Makanan Pengganti ASI yang Sehat untuk Bayi Anda

Namun, bila bayi Anda mengalami batuk seperti berdahak, eksim di kulit, atau saluran hidung mampet, maka ada kemungkinan ia terkena alergi.

Menurut pakar saluran pencernaan dan nutrisi anak dari Belgia, Prof Yvan Vandenplas, biasanya gejala alergi mulai berkembang dalam dua bulan setelah pemberian susu sapi pada anak.

Cara Tepat Mencegah Alergi Susu Sapi Pada Bayi

Dugaan bayi terkena alergi susu sapi dapat pula terjadi bila gejala berkembang setelah dua jam meminum produk susu sapi tersebut, dan biasanya melibatkan lebih dari satu organ tubuh, serta dari orangtua atau saudara kandungnya memang terdapat riwayat alergi.

Kondisi seperti ini jangan dibiarkan, sebab dapat menghambat pertumbuhan serta perkembangan bayi.

Sebuah penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat dan Brasil mengungkapkan adanya kecenderungan pada anak yang alergi susu sapi fisiknya lebih pendek dan lebih kurus, terutama bila anak tidak mendapatkan nutrisi pengganti yang tepat.

Dr. Zakiudin Munasir, Sp.A yang merupakan ahli alergi imunologi dari RSCM Jakarta mengatakan, alergi sebenarnya dapat dicegah, yaitu dengan memperkuat sistem pertahanan tubuh yang terdapat pada saluran cerna.

Sehingga ketika suatu saat saluran cerna kenal dengan protein susu sapi, maka alergi tersebut dapat diblok.

Dijelaskan pula oleh Zakiudin, bahwa pemberian ASI ekslusif bertujuan untuk mencegah alergi pada bayi secara primer.

Walaupun begitu, bayi yang memperoleh ASI tetap ada kemungkinan mengalami alergi susu sapi bila ia memang memiliki ketidakcocokan terhadapnya.

Namun tidak ada salahnya untuk dicoba terlebih dulu oleh ibu agar tidak makan atau minum produk susu hewani ketika dalam masa menyusui bayi.

Sedangkan, bila memang bayi memiliki bakat alergi sejak dalam kandungan dan bayi tidak memperoleh ASI, maka ibu bisa memberikan susu hipoalergenik atau susu yang sudah terhidrolosisi sebagai upaya pencegahan.

Sayangnya, rasa susu ini sedikit pahit sehingga bayi yang sudah berusia beberapa bulan biasanya tidak doyan dengan rasa susu ini.


Penanganan Kepada Anak Yang Mengalami Alergi

Jika bayi terlanjur mengalami alergi, langkah awal yang harus Anda lakukan adalah menemukan penyebabnya.

Tes paling tepat untuk memastikan penyebab dari alergi ialah dengan mengamati riwayat, tanda, dan gejala alergi, serta melakukan tes eliminasi provokasi makanan pada bayi.

Setelah ditemukan penyebabnya, maka Anda coba dihindarkan dulu dari makanan yang diduga menjadi penyebab alergi hingga gejala dari alergi tersebut hilang.

Setelah 6 bulan kemudian, barulah Anda boleh mencoba untuk memberikan susu sapi kepada anak, bila masih mengalami alergi, maka dicoba lagi 6 bulan kemudian, begitu seterusnya. Biasanya alergi susu sapi akan hilang saat anak menginjak usia 2-3 tahun.

Sumber:
http://health.kompas.com/read/2015/08/08/110654523/Cegah.Alergi.dengan.Pemberian.ASI.Eksklusif

--Iklan Bawah Post--



0 Response to "Cara Tepat Mencegah Alergi Susu Sapi Pada Bayi"